Aku bingung..
Entah coretan apa yang harus kutulis
Entah lekukan apa yang harus kubuat
Entah kata apa yang kutulis
Dikertas ini...
Aku bingung...
Apakah aku sedang bingung atau tidak
Apakah aku benar atau salah
Apakah aku jelek atau tampan
Rabu, 07 Desember 2011
Sabtu, 22 Oktober 2011
The Note Book (Lanjutan ke 2)
“Hm,tidak ada bekas tanah yang terinjak.Kalau begitu orang tersebut keluar dari mana?”
Faris melanjutkan penyelidikannya ke dekat pagar yang tertutup oleh pepohonan.Dia agak membungkuk untuk melihat bukti atauupun tanda yang ditinggalkan oleh orang misterius itu.Kemudian dia bertanya kembali kepada Mika.
“Lalu keterangan selanjutnya?”
“Selanjutnya adalah keterangan yang diberikan oleh Ibu Dina.Dia adalah salah satu orang yang pernah menjadi klien dari korban.Menurutnya korban selalu menyelesaikan kasusnya secara professional.Karena itu pula Ibu Dina bermaksud untuk meminta bantuannya lagi,namun korban menolak dengan alasan sedang mengurusi kasus yang amat rumit.Dia juga mengatakan bahwa korban seperti sedang diancam oleh seseorang.”
“Diancam?Dia tahu dari mana?”,Tanya Faris.
“Ibu Dina bilang dia melihat sebuah surat terselip dalam karangan bunga kematian.Lalu dia juga sering melihat korban termenung dan menangis sendiri di serambi rumahnya.”
Faris berjalan menyusuri deretan pepohonan itu.Kemudian dia berhenti di depan sebuah pohon.dia berjongkok di depan pohon itu.Ternyata tanah di bawah pohon itu terdapat banyak daun yang berserakan.Kemudian mata Faris tertuju pada sebuah benda yang tidak asing lagi.
Jumat, 14 Oktober 2011
The Note Book (lanjutan)
“Semuanya tolong diam!!”,suaranya sangat keras sehingga membuat orang-orang yang berada di ruangan itu langsung menutup mulut mereka.
“Ini bukanlah sebuah tontonan!Sebaiknya anda semua berada di luar ruangan ini.Aldo!”,dengan suara yang lantang dan keras dia memanggil seseorang.Tidak lama kemudian orang yang dipanggil tersebut menampakkkan diri.
“Siap,Inspektur.”,orang itu menjawab dengan suara yang tidak kalah tegas dengan inspektur itu.
“Cepat,suruh semua orang keluar!Panggilkan juga para saksi mata yang ada saat kejadian tejadi.”
The Note Book
THE
NOTE
BOOK
Karya : Sony Harmuji Aprianto
Pada tahun 1959 terjadi sebuah pembunuhan berantai di semarang tepatnya pembunuhan terjadi di kantor pemerintahan yang sekarang dinamakan Lawang Sewu.Dalam pembunuhan tersebut ,tubuh korban dimutilasi dan darah yang berasal dari tubuh korban membasahi dinding-dinding ruangan.Sungguh kejadian yang mengerikan.Namun anehnya,ditemukan sebuah buku yang diduga adalah milik pelaku.Buku itu berwarna hitam dengan bercak darah disampulnya.Namun saat diperiksa polisi ternyata buku itu hanya bertuliskan gambar-gambar yang aneh dan semakin membingungkan penyelidikan polisi.
Cintaku Jauh Di Pulau
Cintaku Jauh di Pulau
Oleh Chaerul Anwar
Cintaku jauh di pulau,/
Gadis manis,/ sekarang iseng sendiri//
Perahu melancar,/ bulan memancar/
Di leher kukalungkan ole-ole buat sipacar//
Angin membantu ,/laut terang,/tapi terasa=
Aku tidak’kan sampai padanya//
Di air yang tenang,/di angin mendayu/
Di perasaan penghabisan segala melaju/
Ajal bertakhta,/sambil berkata :/
“tujukan perahu ke pangkuanku saja,”//
Amboi!//Jalan bertahun sudah kutempuh!//
Perahu bersama’kan merapuh!//
Mengapa ajal memanggil dulu=
Sebelum berpeluk dengan cintaku?!//
Manisku jauh di pulau/
Kalau’ku mati,/dia mati iseng sendiri//
Parafrase Puisi Chaerul Anwar "Cintaku Jauh Di Pulau"
Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau,gadis manis yang selalu kupikirkan itu,mungkin sekarang iseng sendiri di pulau itu.Kutemui gadis itu.Malam itu,kuajak dia berlayar.Perahu melancar,sinar bulan memancar dengan indahnya.Pada malam itu,dileher kukalungkan ole-ole buat sipacar.Lalu aku mengantarnya pulang.Setelah itu ,aku kembali berlayar.Angin membantu aku berlayar,laut terang benderang terkena sinar bulan,tapi terasa bahwa aku tidak’kan sampai padanya untuk kedua kalinya.
Puisi Chaerul Anwar
Cintaku Jauh di Pulau
Oleh Chaerul Anwar
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
Di leher kukalungkan ole-ole buat sipacar
Angin membantu ,laut terang,tapi terasa
Aku tidak’kan sampai padanya
Selasa, 11 Oktober 2011
Laporan PILKADA 2011 desa Karangwage
Laporan PILKADA Kabupaten Pati
Oleh
Sony Harmuji Aprianto
Nama kegiatan : PILKADA Bupati Pati
Waktu : Mulai jam 8 pagi hingga 2 siang
Tempat : Desa Karangwage
Peserta : Seluruh warga Desa Karangwage
Jenis-jenis kegiatan : 1.Peserta melakukan pemilihan Bupati
2.Penghitungan hasil suara
Proses kegiatan : Pertama warga diwajibkan menunjukkan kartu tanda pemilih untuk dimasukkan data pemilih.Setelah itu,pemilih akan diberi daftar nama calon bupati yang akan dipilih.Lalu para pemilih masuk dalam bilik pencoblosan.Setelah memilih,kertas daftar nama tersebut dimasukkan ke dalam kotak suara,dan kita akan diminta untuk menandai jari kelingking kita untuk ditandai dengan tinta ungu.Setelah selesai proses pemilihan perolehan suara akan dihitung.Di desa saya urutan pertama ditempati oleh Haryanto dengan perolehan suara sebanyak 616 suara.Lalu di tempat kedua ada Sunarwi dengan perolehan suara sebanyak 403 suara.Lalu di posisi ketiga adalah Kartina Sukawati dengan 259 suara.Kemudian ditempat keempat adalah Sri Merditomo dengan perolehan suara 245 suara.Pada posisi kelima adalah Slamet dengan suara 152,dan posisi terakhir ditempati oleh Sri Susahid dengan 9 suara.
Laporan PILKADA Kabupaten Pati
oleh
Sony Harmuji Aprianto
Nama kegiatan : PILKADA Bupati Pati
Waktu : Mulai jam 8 pagi hingga 2 siang
Tempat : Desa Karangwage
Peserta : Seluruh warga Desa Karangwage
Jenis-jenis kegiatan : 1.Peserta melakukan pemilihan Bupati
2.Penghitungan hasil suara
Proses kegiatan : Pertama warga diwajibkan menunjukkan kartu tanda pemilih untuk dimasukkan data pemilih.Setelah itu,pemilih akan diberi daftar nama calon bupati yang akan dipilih.Lalu para pemilih masuk dalam bilik pencoblosan.Setelah memilih,kertas daftar nama tersebut dimasukkan ke dalam kotak suara,dan kita akan diminta untuk menandai jari kelingking kita untuk ditandai dengan tinta ungu.Setelah selesai proses pemilihan perolehan suara akan dihitung.Di desa saya urutan pertama ditempati oleh Haryanto dengan perolehan suara sebanyak 616 suara.Lalu di tempat kedua ada Sunarwi dengan perolehan suara sebanyak 403 suara.Lalu di posisi ketiga adalah Kartina Sukawati dengan 259 suara.Kemudian ditempat keempat adalah Sri Merditomo dengan perolehan suara 245 suara.Pada posisi kelima adalah Slamet dengan suara 152,dan posisi terakhir ditempati oleh Sri Susahid dengan 9 suara.
Rabu, 05 Oktober 2011
Selasa, 04 Oktober 2011
Hina
Hinakah aku?
Kubutakan mata ini
akan indahnya syukur
kubutakan mata ini
akan besarnya maaf
Hinakah aku?
Deretan kata terucap
menusuk hati luka
memecah sunyi dengan tangis
tangis orang berhati
Hinakah aku?
Kata ini kupanjatkan
dalam aliran istighfar
kutemukan wajah ini dengan sajadah
seraya memohon ampunku pada Illahi
Dalam jajaran ayat - ayat Illahi
kupertemukan hatiku pada-Nya
memohon belas kasih amunan-Nya
Jadi..
Hinakah aku?
Oleh
Sony Harmuji Aprianto
Kubutakan mata ini
akan indahnya syukur
kubutakan mata ini
akan besarnya maaf
Hinakah aku?
Deretan kata terucap
menusuk hati luka
memecah sunyi dengan tangis
tangis orang berhati
Hinakah aku?
Kata ini kupanjatkan
dalam aliran istighfar
kutemukan wajah ini dengan sajadah
seraya memohon ampunku pada Illahi
Dalam jajaran ayat - ayat Illahi
kupertemukan hatiku pada-Nya
memohon belas kasih amunan-Nya
Jadi..
Hinakah aku?
Oleh
Sony Harmuji Aprianto
Batu Nisan
Berdiri kau di sana
di tanah kosong yang diam
sunyi sepi...
tertegun dia
terngiang perubahan zaman
hanya melihat tanpa gerak
tergerus oleh aliran waktu
dilihat dia
terukirlah sebuah nama
ingat aku tentang seseorang
yang tengah tidur di antaranya
menunggu,diam,termenung..
mengamati perubahan waktu
sembari mengingatkan kita
Izroil akan datang menjemput
memapahmu ke tanah kosong
sunyi sepi..
bagaikan tanda
waktu yang akan kita lalui
di tanah tenang nan sunyi
Oleh
Sony Harmuji Aprianto
Minggu, 02 Oktober 2011
Air
Air...
Mengalir terus
bagaikan hidup kita yang terus berjalan
hanya bisa terus maju
tanpa ada daya untuk mengulang waktu
hanya tinggal menunggu akhir dari perjalananBertanya dia
apakah aku akan berakhir ditempat yang jernih
ataukah..
berakhir aku didalam kumpulan air yang keruh
tanpa ada daya untuk kembali..
Air...
Air...
Mengalir melalui jalan yang rumit
satu lekukan dapat mengubah arahnya
bagaikan manusia..
yang kehidupannya dipengaruhi oleh tindakannya
bagai air yang mengalir
oleh
Sony Harmuji Aprianto
Langganan:
Postingan (Atom)

