Sabtu, 22 Oktober 2011

The Note Book (Lanjutan ke 2)


“Hm,tidak ada bekas tanah yang terinjak.Kalau begitu orang tersebut keluar dari mana?”
Faris melanjutkan penyelidikannya ke dekat pagar yang tertutup oleh pepohonan.Dia agak membungkuk untuk melihat bukti atauupun tanda yang ditinggalkan oleh orang misterius itu.Kemudian dia bertanya kembali kepada Mika.
“Lalu keterangan selanjutnya?”
“Selanjutnya adalah keterangan yang diberikan oleh Ibu Dina.Dia adalah salah satu orang yang pernah menjadi klien dari korban.Menurutnya korban selalu menyelesaikan kasusnya secara professional.Karena itu pula Ibu Dina bermaksud untuk meminta bantuannya lagi,namun korban menolak dengan alasan sedang mengurusi kasus yang amat rumit.Dia juga mengatakan bahwa korban seperti sedang diancam oleh seseorang.”
“Diancam?Dia tahu dari mana?”,Tanya Faris.
“Ibu Dina bilang dia melihat sebuah surat terselip dalam karangan bunga kematian.Lalu dia juga sering melihat korban termenung dan menangis sendiri di serambi rumahnya.”
Faris berjalan menyusuri deretan pepohonan itu.Kemudian dia berhenti di depan sebuah pohon.dia berjongkok di depan pohon itu.Ternyata tanah di bawah pohon itu terdapat banyak daun yang berserakan.Kemudian mata Faris tertuju pada sebuah benda yang tidak asing lagi.
“Ini’kan benang kawat.Kenapa ada disini?Disini juga banyak daun berserakan,namun di bawah pohon yang lain tidak sebanyak ini.”
Faris memutar otaknya.Dia mulai membayangkan trik dari orang misterius itu untuk keluar dari gedung.Faris mulai menyatukan dan menghubungkan setiap informasi yang telah dia dapatkan.
“ Hm..Kurasa aku tahu trik yang dia gunakan untuk keluar dari lantai atas.Tapi aku masih harus menyelidiki penyebab sebenarnya dari kematian korban.”
  Faris kembali mendekatkan handphonenya ke telinga.Dia masih memerlukan lebih banyak lagi informasi untuk mengunkap misteri dibalik kasus bunuh diri itu.
“Kemudian keterangan dari kedua saksi yang lainnya?”
“Selanjutnya adalah keterangan yang diberikan oleh Bapak Saiful,petugas kebersihan,dia mengatakan bahwa dia sering melihat korban membawa banyak karangan bunga kebelakan kantor dan membakarnya.Dia tidak bisa memberikan keterangan yang lainnya karena dia kenal dengan korban baru beberapa bulan ini,hal itu dikarenakan dia baru bekerja sebagai petugas kebersihan beberapa bulan ini.Kemudian keterangan dari Bapak Andi,dia adalah orang yang duduk disebelah korban sebelum terjadi peristiwa itu,kurasa keterangan yang diberikannya tidak terlalu penting.”
“Di sini tidak ada keterangan yang tidak penting,bagiku semuanya penting.Lalu apa keterangan dari Bapak Andi?”
“Dia mengatakan bahwa korban adalah orang yang suka dengan kebersihan dan korban sering menata penampilannya.Selain itu korban juga mempunyai penyakit asma,namun dia bilang penyakit itu sudah berangsur membaik bahkan sudah dinyatakan sembuh.”
“Begitu ya,baik terimakasih banyak atas bantuanmu,Mika.Aku rasa kau sebaiknya pulang,tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan tentang kasus ini.”
“Lalu kau ingin melakukan apa sekarang setelah mengetahui semua informasi itu?”
“Sampai nanti,Mik.”
“Tunggu sebent-“
Tut tut
“Aduh kenapa dia menutup teleponnya?Apa sih yang ada dalam pikirannya itu?”

***
           
 Kerumunan orang mulai memudar dengan sendirinya.Seorang petugas polisi sedang berada di sebuah mobil.Udara yang panas hari ini membuat keringatnya mengucur dari dahi,kening,dan punggungnya.Untuk menghilangkan rasa panas itu dia mulai membuka baju dan jaketnya.Kemudian dia menyalakan AC yang ada dalam mobil tersebut.Tanpa disadari polisi tersebut telah tertidur dengan diiringi hembusan udara dingin dari AC mobil tersebut.
 Faris berjalan menyusuri halaman depan kantor pengadilan tersebut.Dia memutar otaknya kembali untuk mencari cara masuk ke lokasi kejadian.Tiba-tiba langkahnya terhenti di depan sebuah mobil patroli polisi.Di kaca jendela mobil tersebut tersampir sebuah seragam polisi dengan jaketnya.Kemudian Faris segera mengambilnya dan bersembunyi dibalik semak-semak yang diselingi oleh pepohonan.
“Ini sebuah keberuntungan,tidak kuduga akan semudah ini.Dengan cara ini mungkin aku bisa memasuki Lokasi kejadian.”,Katanya dalam hati.
 Faris melepas pakaiannya dan berganti dengan seragam polisi yang diambilnya.Dia mulai memeriksa setiap saku yang ada di jaket dan baju seragam itu.Akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.Sebuah kartu tanda pengenal.
“Syukurlah,kalau ada ini tidak perlu khawatir lagi.”
 Faris mengambil sebuah masker dan topi dari dalam tas yang dia bawa dan memakainya untuk menutupi wajahnya.Kemudian dia meletakkan tas dan pakaiannya di semak-semak.Faris berjalan menuju ke gedung kantor pengadilan.Dia berjalan tegap dan tegas layaknya seorang polisi.Di depan pintu gedung kantor pengadilan dia melihat seorang polisi yang tengah berjaga.
 Matahari sudah mulai codong ke arah barat menampakkan sinar yang kemerah-merahan .Burung-burung mulai kembali ke sarangnya.Sinar kemerahan matahari itu menerpa wajah Faris yang tertutup sebuah masker dan topi di kepalanya.Dia berjalan melewati petugas polisi yang sedang berjaga di TKP.Polisi itu segera berbalik dan menghentikan langkah Faris.
“Hei,dilarang masuk ke area ini.Kau siapa?”
“Oh,maaf aku adalah petugas penyidik tambahan dari pusat.Aku diperintahkan untuk membantu penyelidikan di sini.”
“Tunjukkan tanda pengenalmu!”
Faris mengeluarkan sebuah lempengan plastik dari balik jaketnya dan dia berikan kepada polisi itu.
“Tolong tunjukkan wajah anda!”
“Maaf pak,tapi saya sedang terkena alergi debu.Berdasarkan keterangan dari dokter saya harus tetap memakai masker dan juga topi ini untuk mencegah alerginya agar tidak menjadi lebih parah.”
Polisi terdiam beberapa saat sambil mengamati tanda pengenal yang diberikan Faris.Seakan masih tidak percaya dengan perkataan yang dilontarkan oleh Faris.
“Terimakasih,ini tanda pengenal anda.Kalau boleh saya tahu untuk apa anda datang kemari?Saya rasa tidak ada lagi bukti ataupun jejak yang tertinggal,lagipula ini adalah kasus bunuh diri.”
“Jangan terlalu cepat berkesimpulan tanpa adanya data dan informasi yang belum sepenuhnya lengkap.Hal itu dapat menjerumuskan kita dalam jurang kesalahan yang sangat dalam.Inilah sebabnya di Negara kita selalu terjadi kerusuhan,kita selalu saja membuat sebuah asumsi yang belum tentu kebenarannya berdasarkan data dan informasi yang tidak lengkap.Sebagai seorang yang cerdas kita seharusnya dapat memperhatikan dan mencerna setiap informasi dengan lebih matang dan akurat,walau sekecil apapun informasi itu.Dalam kasus ini juga kurasa inspektur terlalu cepat mengambil keputusan.”,Kata Faris dengan nada yang tegas dan mantap.
Polisi tadi hanya mendengarkan ucapan Faris sambil mengangguk beberapa kali sebagai tanda bahwa dia mengerti.
“Kalau begitu saya permisi dulu.Saya ingin menyelidiki tempat ini dulu.”,kata Faris.
“Oh,silakan.”
Faris berjalan memasuki ruangan tempat kejadian tragis itu tejadi.Mayat korban telah  dipindahkan petugas,namun bercak darah masih tersisa dilantai.Faris berjongkok disekitar tempat jatuhnya korban.Kemudian berdiri lagi dan berjalan menuju ke lantai atas tempat korban merencanakan bunuh diri.
Lantai tersebut hanyalah sebuah lorong menuju ke ruangan utama,namun selain itu di sana juga terdapat kamar mandi.Faris memasuki kamar mandi wanita tempat yang disinggahi korban sebelum terjadinya peristiwa itu.Di dalam kamar mandi itu,Faris memeriksa setiap westafel yang ada.Saat memeriksa westofel terakhir dia menemukan sebuah bekas cairan yang belum sempat di bersihkan.
“ini..”
 Sambil mengerutkan kening Faris mulai bepikir kembali.

Bersambung...
 Oleh Sony Harmuji A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar