Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau,gadis manis yang selalu kupikirkan itu,mungkin sekarang iseng sendiri di pulau itu.Kutemui gadis itu.Malam itu,kuajak dia berlayar.Perahu melancar,sinar bulan memancar dengan indahnya.Pada malam itu,dileher kukalungkan ole-ole buat sipacar.Lalu aku mengantarnya pulang.Setelah itu ,aku kembali berlayar.Angin membantu aku berlayar,laut terang benderang terkena sinar bulan,tapi terasa bahwa aku tidak’kan sampai padanya untuk kedua kalinya.
Aku berlayar di air yang tenang ,di angin mendayu mendayu yang menerpa layar kapalku.Namun diperasaan penghabisan segala mealaju tanpa terduga.Tiba-tiba terjadi badai,seakan ajal bertakhta ,sambil berkata padaku : “Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”.Perahuku hancur diterpa badai.
Didalam hati aku berkata,”Amboi!Jalan bertahun sudah kutempuh untuk menemuinya!Mengapa seperti ini?Perahu bersama’kan merapuh denganku dilautan!Ini tidak adil,mengapa ajal memanggil dulu sebelum aku sempat berpeluk dengan cintaku kembali?!”,aku mulai terbayang dengan wajah gadis itu.
Gadis manisku jauh di pulau seberang.Aku berpikir lagi sambil tenggelam di lautan badai “Kalau ku mati,apakah dia mati iseng sendiri menunggu kepulanganku?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar