THE
NOTE
BOOK
Karya : Sony Harmuji Aprianto
Pada tahun 1959 terjadi sebuah pembunuhan berantai di semarang tepatnya pembunuhan terjadi di kantor pemerintahan yang sekarang dinamakan Lawang Sewu.Dalam pembunuhan tersebut ,tubuh korban dimutilasi dan darah yang berasal dari tubuh korban membasahi dinding-dinding ruangan.Sungguh kejadian yang mengerikan.Namun anehnya,ditemukan sebuah buku yang diduga adalah milik pelaku.Buku itu berwarna hitam dengan bercak darah disampulnya.Namun saat diperiksa polisi ternyata buku itu hanya bertuliskan gambar-gambar yang aneh dan semakin membingungkan penyelidikan polisi.
Akhirnya kasus ini hanya menimbulkan masalah yang semakin rumit dan penyelidikanpun menemui jalan buntu.Polisi memutuskan untuk menghentikan penyelidikan atas kasus tersebut dan kejadian tersebut hanya menimbulkan kengerian dan meresahkan masyarakat sekitar.Masyarakat masih dihantui rasa takut akan adanya kejadian serupa yang menimpa mereka.
Seminggu setelah penyelidikan dihentikan terjadi sebuah kejadian yang mengejutkan.Terjadi sebuah ledakan yang menggemparkan masyarakat di daerah Semarang.Ledakan terjadi di sebuah rumah di dekat lokasi pembunuhan yang terjadi sebelumnya.Dalam ledakan tersebut ditemukan sesosok mayat yang tubuhnya telah terpanggang dan tubuhnya sudah tidak begitu utuh.Dalam rumah yang meledak tersebut polisi menemukan sebuah kotak yang selamat dari api,isi dari kotak tersebut adalah sebuah buku harian.Dalam buku harian tersebut tertulis pernyataan bahwa penulis buku harian tersebut merasa senang dapat melampiaskan amarahnya terhadap orang yang telah mengejeknya di kantor pemerintahan,dan dibawah tulisan tangan penulis terdapat gambar-gambar yang aneh seperti yang terdapat pada dinding kantor pemerintahan.Dari keterangan buku tersebut polisi menduga bahwa pelaku pembunuhan yang terjadi di kantor pemerintahan adalah orang yang telah tewas terpanggang tersebut.
Akhirnya polisi menyatakan bahwa kasus pembunuhan di kantor pemerintahan telah selesai dan masyarakat di daerah Semarang telah kembali bernafas lega.
PERTEMUAN 1#
Sekarang hari Senin,ini adalah hari dimana diadakannya pelaksanaan acara wisuda mahasiswa di Universitas Diponegoro(UNDIP).Jam telah menunjuk angka Sembilan.langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar dari sebuah rumah di Sebuah komplek Perumahan.Sesosok manusia muncul dari balik pintu,dan manusia itu adalah Faris.Nama lengkapnya adalah Mohammad Faris Syakhi.Dia adalah orang yang cerdas dan tangkas.Faris sangat tanggap terhadap kejadian yang terjadi di sekitarnya dan dia dikenal pandai dalam bersosialisasi dengan orang lain.
Setelah selesai mengunci semua pintu dan selesai bersiap-siap,Faris bersama kedua orang tuanya berangkat menuju ke kampus menggunakan mobil jaguar milik ayahnya.Di dalam mobil banyak yang mereka bicarakan.Ada yang mengenai percintaan,permasalahan publik dan banyak yang lainnya,.Salah satu pembicaraan yang mereka lakukan adalah mengenai pekerjaan.
“Hei Ris,setelah ini kamu ingin kerja apa?”,tanya ayahnya
“Entahlah yah,saya masih memikirkannya.Kelihatannya belum ada yang cocok dengan hati Faris.”,jawab Faris dengan sedikit tawa di mulutnya.
“Kalau begitu,lebih baik kamu bekerja di…”
Pembicaraan mereka terhenti karena mendadak ayah Faris menginjak rem.
Ciiit..
Hampir saja mereka menabrak seorang gadis muda,yang sekarang telah terjatuh karena saking kagetnya.Faris kemudian turun untuk membantu gadis tersebut dan meminta maaf.
“Eh,ma..maaf kami nggak sengaja.Kamu tidak apa-apa?”,kata Faris sambil menolongnya berdiri.
“Mm..Aduh,nggak apa-apa kok cuma agak lecet sedikit.”,kata gadis itu
Gadis itu sungguh cantik dan anggun.Dia adalah salah satu mahasiswa yang ada di UNDIP.Hal itu terlihat dari pakaian toga yang dikenakan.tapi sekarang topi toganya agak miring sedikit karena terjatuh.
Untuk beberapa saat Faris bengong.Lalu dia tersadar.
“Benar kamu tidak apa-apa?”,Tanya Faris untuk memastikan keadaan gadis itu benar-benar tidak apa-apa.
“Iya aku nggak apa-apa kok.Lain kali tolong lebih berhati-hati kalau menyetir.”,jawab gadis itu dengan sedikit senyum di wajahnya yang kemudian pergi meninggalkan Faris.
Faris langsung menuju ke gedung pertemuan .Ayah dan ibunya sedang memarkirkan mobil di lapangan parkir,sehingga Faris disuruh untuk duluan.Di gedung pertemuan telah banyak orang yang datang.Faris menoleh kesana kemari mencari tempat duduk yang kosong untuk diduduki orang tuanya.Akhirnya dia menempatkan orang tuanya di tempat duduk bagian tengah dan dia sendiri duduk bersama dengan mahasiswa yang lain.
Beberapa acara telah selesai dilaksanakan dan tiba saatnya penyerahan hasil belajar yang telah mahasiswa tempuh selama beberapa tahun.Tiba giliran Faris mengambil ijazahnya dan hasilnya sangat memuaskan baik bagi Faris sendiri maupun kedua orang tuanya.
Kemudian setelah Faris mengabadikan momen itu bersama teman-temannya,dia pergi menuju lapangan parkir untuk menemui kedua orang tuanya yang telah menunggu di mobil.Namun di tengah perjalanannya menuju lapangan parkir,Faris bertabrakan dengan seseorang yang cukup aneh tingkahnya.Map Faris yang berisi ijazah terjatuh .Dia membungkuk untuk mangambilnya,namun dia juga menemukan sebuah buku berwarna hitam dengan tulisan ‘note book’ di sampul depannya.Faris menyadari bahwa benda itu mungkin milik pria misterius tadi,namun saat Faris berpaling untuk menyerahkan buku tersebut orang tadi sudah tidak ada.Faris tidak sempat melihat wajahnya dengan jelas karena pria tersebut mengenakan masker di wajahnya,sehingga Faris sulit mangenali pria tersebut.Faris hanya meningat gaya berpakaiannya yang memakai jas berwarna hitam dengan topi di kepala juga berwarna hitam ,dan memakai masker.Kemudian Faris membawa buku itu pulang.
Setibanya di rumah Faris langsung menuju ke kamar untuk meletakkan barang-barang bawaannya.Salah satu barang tersebut ada yang membuatnya penasaran,yaitu buku yang bertuliskan ‘note book’.Kemudian dengan sejuta pertanyaan yang ada di benaknya,Faris mengambil buku itu dan membukanya.Setelah Faris membukanya,Dia malah menjadi semakin bingung.
“Buku apa ini?”
Buku tersebut hanya berisikan gambar dan simbol-simbol yang aneh dan membingungkan.Akhirnya Faris hanya menghela nafas dan meletakkan buku tersebut di dalam lemari.Lalu Faris pergi mandi dan bersiap-siap untuk makan malam.Dia berpikir pasti orang yang memiliki buku tersebut sedang terkena gangguan jiwa atau sedang menjalani semacam terapi kejiwaan.
Di dalam kamar mandi Faris berendam air panas.Hal itu sering dia lakukan untuk menenangkan pikirannya.Faris masih memikirkan tentang pemilik buku tadi.Dia penasaran sekali dengan orang itu.Faris mulai tenggelam dalam lamunannya.Namun tiba-tiba sebuah suara terdengar dari luar kamar mandi.
“Ris,ayo cepat turun.makan malam sudah ibu siapkan.”,kata ibunya.
“Iya bu,sebentar lagi Faris ke bawah.”,jawab Faris.
Faris bergegas menyelesaikan mandinya dan turun ke bawah menemui orang Tuanya di ruang makan.Di sana telah tersaji berbagai makanan.Mulai dari ayam goreng,nasi,udang goreng,sup kentang,lengkap dengan sambal dan ‘lalapan’.
Mereka mulai makan malam.Makan malam itu juga sebagai perwujudan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Faris.Ayah dan ibunya tahu Faris tidak suka melebih-lebihkan dalam suatu hal,apalagi menyangkut dirinya.Dia hanya ingin berpikir secara ringan saja.
Setelah selesai makan Faris berniat kembali ke kamar untuk tidur-tiduran atau melakukan hal-hal kecil seperti membaca novel ataupun bermain teka-teki.Namun hal itu gagal terlaksana karena ayahnya meminta Faris untuk mengobrol dengannya.Farispun menuruti kata ayahnya dan menuju ke serambi depan rumahnya di mana ayahnya sedang duduk di sebuah kursi rotan sambil meminum teh panas.Faris kemudian duduk di sebelah ayahnya.
“Ris ,setelah ini kamu berencana untuk bekerja di mana?Kamu tahu kalau mencari pekerjaan sekarang itu sulit.Banyak lulusan Sarjana seperti kamu yang masih menganggur.”,Kata ayah Faris.
“Faris juga belum tahu,Yah.Faris akan mencoba untuk mencari pekerjaan besok.Saya juga sudah mempunyai beberapa daftar perusahaan yang ingin saya coba datangi besok.Semoga saja bisa diterima.”,jawab Faris.
“Daripada nanti kamu kesana kemari mencari pekerjaan dan hasilnya tidak ada, lebih baik kamu bekerja di Perusahaan milik ayah saja.”,Balas ayahnya.
“Ya,Faris akan tetap mencoba dulu mendatangi perusahaan-perusahaan tersebut.kalau memang tidak dapat,baru Faris akan melamar ke perusahaan ayah.”,kata ayah.
“Lho,kenapa harus melamar dulu?!Ayah bisa langsung mempekerjakan kamu di perusahaan ayah.”
“Tapi kalau seperti itu rasanya tidak adil.Banyak orang-orang yang membutuhkan pekerjaan juga.Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mendapat pekerjaan,masak Faris harus mendapat pekerjaan secara begitu mudahnya tanpa ada usaha dulu seperti mereka.Lagipula kalau di antara mereka ada yang lebih baik dari Faris dalam mengurus pekerjaan di perusahaan ayah dan orang tersebut tidak diterima hanya karena Faris bisa langsung bekerja di perusahaan ayah,bukankah hal itu akan merugikan ayah.Lagipula ayah tahu kalau Faris tidak ingin begitu saja berpangku tangan pada orang lain dan menyerah .pokoknya Faris sudah berniat untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara faris sendiri.”’kata Faris dengan suara yang mantap dan tidak terasa ada keraguan darinya.
“Baiklah kalau tekad kamu sudah bulat seperti itu.Ayah hanya bisa merestui dan medoakanmu.”kata ayah.
Kemudian Faris mohon ijin untuk kembali ke kamarnya .setelah mendapat ijin dari ayahnya dia pergi ke kamar,saat menaiki anak tangga dia sempat melihat ibunya pergi menuju serambi depan untuk menemui ayahnya.Faris sudah bisa menebak apa yang orang tuanya bicarakan .Pastilah mengenai rencana Faris yang ingin mencari pekerjaan lain daripada bekerja di perusahaan ayahnya sendiri.
Setelah Faris sampai di kamar,dia langsung menjatuhkan dirinya ke kasurnya yang empuk.Lalu dia mulai merenung sejenak.Tidak lama kemudian dia telah tertidur dengan nyenyak.Dia tidur lebih awal untuk menjaga staminanya besok pagi.
Keesokan paginya Faris bangun pagi-pagi sekali.Dia bangun sekitar jam setengah lima,hal itu dikarenakan dia harus menyiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.setelah semua berkas telah lengkap,Faris langsung mandi dan membuat sarapannya sendiri.Dia tidak ingin mengganggu ibunya yang sedang tidur.Sekitar jam enam Faris berangkat.
Perusahaan yang dia datangi pertama-tama adalah sebuah perusahaan yang mengurusi bidang ekspor impor.Dia ingin melamar pekerjaan sebagai marketing di sana.Namun sayang pekerjaan itu telah didapatkan orang lain,salah satu karyawan di sana memberitahu Faris tentang hal itu.
Faris lalu mendatangi sebuah perusahaan yang cukup besar.Perusahaan itu mengurusi bidang keuangan.Di depan pintu gedung perusahaan tersebut ada seorang security yang berpawakan besar dan gagah.Security tersebut menanyakan keperluan Faris datang sambil memeriksa barang bawaan Faris.
“Maaf,kalau boleh saya tahu, anda ada keperluan apa sehingga datang kemari?”,Tanya security tersebut.
“Saya ingin melamar pekerjaan di sini pak.”,jawab Faris.
“Oh,maaf pak.Bapak terlambat,lowongan pekerjaannya sudah terisi.”,Terang Security itu.
“Oh begitu.ya kalau begitu terima kasih atas informasinya,pak.Saya permisi dulu,saya ingin mencoba ke tempat lain.”,Kata Faris.
“Oh,silakan.”
Kemudian Faris mendatangi perusahaan yang ke tiga.Perusahaan tersebut sangat besar.Faris lalu masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut.Dia menanyakan hal mengenai lowongan pekerjaan yang ada di perusahaan tersebut kepada salah satu pegawai yang berada di meja resepsionis.Nasib memang belum memihak pada Faris,kali ini pun dia gagal mendapatkan pekerjaan.
Faris singgah ke sebuah Mushola.Mushola itu berada di sebelah kiri alun- alun.Di sana banyak orang yang tengah melakukan ibadah sholat Dzuhur.Faris lalu meletakkan berkas-berkasnya di dekat sebuah tiang penyangga mushola.dia berjalan menuju tempat wudlu untuk berwudlu.setelah itu dia ikut melakukan sholat berjama’ah.Setelah selesai sholat dia beristirahat sebentar di Mushola tersebut.Dia mulai berpikir kembali tentang pekerjaan yang sedang dia cari.
“Ya Allah,bagaimana kalau aku tidak mendapat pekerjaan.Apa yang harus aku lakukan?Aku tidak ingin merepotkan orang tuaku.Ya Allah berilah aku petunjukmu Ya Allah.”berkata dia dalam benaknya.
Tiba-tiba ada suara seseorang yang mengagetkannya.
“Nak”,Sapa suara itu.
Faris terperanjat dari tempatnya duduk.ternyata suara itu berasal dari seorang tua renta.Beliau memakai baju putih dan sebuah peci di kepalanya.Orang-orang di sekitar daerah itu memanggilnya sebagai Kyai Basori.
“Nama saya Ilkham Hasan Basori,tapi orang-orang di sini memanggil saya sebagai Kyai Basori.kamu kenapa?Kamu kelihatan sedih.”,Tanya sang Kyai.
“Tidak Kyai,saya sedang mencari pekerjaan.”,jawab Faris.
“Apa kau sudah mendapatkannya?”,Tanya Kyai Basori.
“Belum Kyai.Ya mungkin nasib saya belum beruntung.”,jawab Faris dengan agak lesu.
“Jangan mudah menyerah seperti itu nak.Mudah menyerah itu adalah sifat yang di benci Allah.Mungkin apa yang kita dapat memang tidak selalu seperti yang kita inginkan tapi semua itu pasti ada hikmahnya.Kita hanya bisa berusaha sedangkan yang menentukan Allah.Dan apa yang ditentukan Allah pastilah itu yang terbaik bagi hambanya.Kamu yang sabar ya nak.”,kata Kyai Basori.
“Terima kasih Kyai.Saya mohon pamit dulu ingin mencari pekerjaan lagi.”,kata Faris.
“Silakan nak.Saya hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa mendapat pekerjaan yang tepat.”,kata Kyai Basori.
“Amin..Saya permisi dulu Kyai.Assalamualaikum.”,salam Faris pada Kyai Basori.
“Walaikumsalam”,balas Kyai Basori.
“Oh..nak kamu meninggalkan sesuatu.”,kata Kyai Basori.
Faris menoleh lalu menghampiri Kyai Basori.
“Ada apa Kyai?”,Tanya Faris.
“Ini milikmu ada yang ketinggalan.”
Kyai Basori memberikan berkas-berkas milik Faris yang tertinggal di Mushola.
“Oh terima kasih Kyai.”,kata Faris.
“Oh iya nak,siapa namamu?”,Tanya Kyai Basori.
“Nama saya Faris,Kyai.Sekali lagi terima kasih Kyai.Assalamualaikum.”,kata Faris.
“Walaikumsalam.”,jawab Kyai Basori.
Faris kembali berjalan menyusuri jalan-jalan di semarang.Setelah beberapa saat berjalan,ia telah sampai di sebuah kantor kehakiman.Kantor tersebut terkesan sebagai bangunan kuno.Arsitektur bangunannya seperti jaman belanda,apalagi dengan jendela- jendela yang berukuran besar.Namun hal itu tidak menghasilkan kesan menyeramkan ,hal itu dikarenakan halamannya ditata dengan apik mengikuti arsitektur jaman sekarang.Ditambah lagi dengan cat berwarna putih bersih.
Faris lalu mampir di kantor tersebut.Dia berniat untuk melamar pekerjaan,Faris berpikir mungkin kantor kehakiman tersebut memerlukan seorang pekerja tambahan .Namun entah kenapa di kantor tersebut sangat ramai,bukan untuk melamar kerja tapi untuk melihat sesuatu.Faris berdesak-desakan dengan orang-orang untuk melihat yang terjadi.Walaupun dia sudah agak sedikit kasar,tetap saja kerumunan itu tidak dapat ditembus.Malah dia sendiri yang terdorong-dorong ke belakang karena orang orang di depannya juga di desak dari depan.Tiba-tiba terdengar suara keras.
Bersambung...
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar