“Hm,tidak ada bekas tanah yang terinjak.Kalau begitu orang tersebut keluar dari mana?”
Faris melanjutkan penyelidikannya ke dekat pagar yang tertutup oleh pepohonan.Dia agak membungkuk untuk melihat bukti atauupun tanda yang ditinggalkan oleh orang misterius itu.Kemudian dia bertanya kembali kepada Mika.
“Lalu keterangan selanjutnya?”
“Selanjutnya adalah keterangan yang diberikan oleh Ibu Dina.Dia adalah salah satu orang yang pernah menjadi klien dari korban.Menurutnya korban selalu menyelesaikan kasusnya secara professional.Karena itu pula Ibu Dina bermaksud untuk meminta bantuannya lagi,namun korban menolak dengan alasan sedang mengurusi kasus yang amat rumit.Dia juga mengatakan bahwa korban seperti sedang diancam oleh seseorang.”
“Diancam?Dia tahu dari mana?”,Tanya Faris.
“Ibu Dina bilang dia melihat sebuah surat terselip dalam karangan bunga kematian.Lalu dia juga sering melihat korban termenung dan menangis sendiri di serambi rumahnya.”
Faris berjalan menyusuri deretan pepohonan itu.Kemudian dia berhenti di depan sebuah pohon.dia berjongkok di depan pohon itu.Ternyata tanah di bawah pohon itu terdapat banyak daun yang berserakan.Kemudian mata Faris tertuju pada sebuah benda yang tidak asing lagi.

